Mengenal 9 Jamur Liar yang Tidak Berbahaya

Jamur Liar yang Tidak Berbahaya. Sebagian besar orang menganggap jamur  sebagia makanan lezat yang mudah ditemukan di tempat lembab, sebagian lagi mengatakan bahwa jamur adalah parasit yang berbahaya. Berbicara tentang jamur, memang ada berbagai jenis jamur yang tersebar di dunia. Jamur bisa tumbuh di tempat lembab, bahkan jamur mulai dibudidayakan karena aman dikonsumsi serta berasa enak. Lalu, ketika di alam bebas, apakah semua jamur tampak mencurigakan untuk dikonsumsi?.
Jamur Liar
Tidak semua jamur liar beracun dan tidak semua jamur liar tidak beracun. Ketika berada di alam bebas, pengetahuan tentang jamur sangatlah berguna khususnya dalam kondisi survival, mengingat hutan adalah habitat sebagian besar tumbuhan jamur. Ada beberapa jenis Jamur Beracun di Alam Bebas , tapi hal itu tidak menutup kemungkinan untuk bisa merasakan nikmatnya jamur jika anda benar-benar tau spesies jamur yang aman dikonsumsi.

Berikut adalah ciri-ciri umum jamur yang tidak beracun :
  1. Warna spora coklat (jamur merang), spora putih (jamur tiram coklat, putih atau kuning, jamur kuping).
  2. Tidak memiliki cincin pada pangkal batang.
  3. Ketika dioleskan ke kulit tidak menimbulkan gatal.
  4. Bila pada buat jamur terlihat banyak bekas gigitan serangga, siput atau hewan lain, berarti jamur aman dimakan.
  5. Warna tidak mencolok.
  6. Tidak mengeluarkan bau yang menyengat (contohnya aroma amonia).
  7. Tidak menghasilkan noda saat dipotong.
  8. Tidak terjadi perubahan warna ketika dimasak.
Banyak orang yang tidak tertarik untuk mengenal jamur dengan alasan kotor dan beracun, padahal beberapa jenis jamur bisa dikonsumsi bahkan ada yang berkhasiat sebagai obat. Mengenal tumbuhan jamur yang aman dikonsumsi akan menjadi manfaat tersendiri bagi penggiat alam bebas.

Berikut adalah beberapa jamur liar tidak berbahaya yang ditemukan di hutan liar :

1. Jamur Suung Bulan (gymnopus sp)

Di beberapa daerah, jamur suung bulan disebut juga jamur supa barat atau jamur barat. Jamur ini sangat digemari karena saat dewasa bisa dimakan dengan rasa yang lezat. Jamur suung bulan tumbuh ketika musim hujan dan cukup susah dicari. Jamur suung bulan merupakan salah satu jamur liar yang aman dimakan dan berkembang biar berkelompok di tanah lembab.
jamur suung bulan
Jamur Suung Bulan
 Ciri - ciri jamur suung bulan :
  • Tudung berwarna putih kekuningan atau kecoklatan.
  • Batang berwarna putih bersih.

2. Supa Kelapa (calvatia)

Sesuai namanya, jamur supa kelapa banyak tumbuh di bawah pohon kelapa dan kadang juga disebut jamur bulat.
jamur suap kelapa
Supa Kelapa
Ciri - ciri jamur supa kelapa :
  • Berbentuk bulat.
  • Ketika muda, buah berwarna putih atau putih kekuningan.
  • Ketika tua, bagian dalam berubah menjadi serbuk yang bisa menghembus keluar jika ditekan.

3. Jamur Marasmius

Bukan kunang-kunang saja yang bisa menyala dalam gelap, bahkan tanaman liar seperti jamur'pun bisa menjadi lentera dalam gelap. Jamur Marasmius merupakan jamur tidak berbahaya yang langka dan hanya terdapat di daerah tertentu. Di Indonesia, jamur ini bisa ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon. Kemampuan bioluminesensi yang membuat jamur ini bisa menyala berfungsi menarik serangga untuk membantu menyebarkan spora.
jamur marasmius
Jamur Marasmius
Ciri-ciri jamur marasmius :
  • Struktur tubuh berbentuk lembaran. Dalam spesies lain berbentuk seperti jamur payung kecil.
  • Berwarna putih dengan ukuran sekitar 5 cm. Spesies lain berwarna coklat.
  • Dapat menyala dalam gelap.

4. Hygrophorus

Jamur hygrophorus tersebar di hutan iklim tropis maupun subpolar. Jamur yang tidak berbahaya ini tumbuh di tanah, kayu lapuk dan lumut. Jamur ini bersifat parasit yang bisa membusukkan kayu dan buah-buahan. Hygrophorus merupakan jamur liar yang memiliki bentuk dan sifat tumbuh yang sama seperti hidnum.
jamur hygrophorus
Hygrophorus


5. Hydnum

Hydnum biasanya tumbuh di tanah berhumus dan batang kayu yang lapuk dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  • Berbentuk seperti payung terbuka keluar.
  • Bertangkai tebal.
  • Warna tubuh kekuningan, putih atau putih kecoklatan.
  • Bawah tudungnya tidak seperti insang, tapi menyerupai stalagtit gua
    jamur hydnum
    Hydnum

6. Jamur Payung (collybia)

Jamur payung mempunyai nama populer shiitake di Jepang, sedangkan di daerah Jawa Barang, terkenal dengan sebutan jamur jengkol. Jamur liar yang aman dimakan ini tumbuh menembel pada kayu lapuk. Dalam keadaan survival, jamur payung bisa diolah dengan teknik dibakar maupun direbus. 
jamur payung
Jamur Payung
Ciri - ciri jamur payung :
  • Tudung berukuran sekitar 3 - 10 cm.
  • Tinggi tangkai sekitar 3 - 9 cm.
  • Elastis, berwarna kuning hingga kecoklatan.
  • Beraroma seperti jengkol.

7. Jamur Kuping

Jamur kuping merupakan jamur liar yang populer karena khasiatnya. Sebutan jamur kuping memang sangat tepat karena jamur ini berbentuk menyerupai telinga manusia. Jamur kuping tumbuh menempel di batang kayu yang sudah membusuk di tempat basah dan lembab. Jamur kuping terdiri jadi jamur kuping hitam, jamur kuping merah dan jamur kuping putih.
jamur kuping
Jamur Kuping

Ciri - ciri jamur kuping :
  •  Memiliki tubuh buah yang kenyal ketika segar dan keras ketika kering.
  • Berbentuk mangkuk, kadang seperti telinga.
  • Memiliki diameter sekitar 2 - 15 cm.
  • Daging tipis dan kenyal.
  • Pada umumnya berwarna hitam, coklat tua atau coklat kehitaman

8. Klitos (Clitocybe)

Klitos merupakan jamur liar yang tumbuh di dalam hutan, kebun dan hutan tepi pantai. Karena menyebabkan halusinasi, klitos sangat bermanfaat di bidang farmasi. Ada beberapa bagian dari jamur ini yang aman dimakan dan sebagian lagi beracun, cukup beresiko untuk mengkonsumsinya.
jamur klitos
Klitos

Ciri - ciri jamur klitos :
  • Tubuh buah seperti jamur suung bulan dengan tudung membuka keluar, berbentuk payung.
  • Berwarna putih kekuningan atau coklat muda.


9. Jamur Karang (Clavaria)

Jamur liar tidak berbahaya ini ditemukan di hutan primer kawasan TNKS daerah Sungai Piring Desa Napalicin, Sumatra Selatan. Jamur karang tumbuh di tanah berhumus dan batang kayu lapuk, biasanya tumbuh tersebar di hutan pinus. Jamur karang tidak beracun dan bisa dikonsumsi.
jamur karang
Jamur Karang
Ciri - ciri jamur karang : 
  • Berbentuk seperti bunga karang, bercabang seperti karang.
  • Berwarna krem kekuningan, putih kekuningan atau kebiruan.
  • Kenyal, licin dan berair.
  • Daging buah bagian bawah lebih tebal dari bagian atas.
  • Tinggi sekitar 2 - 5 cm dan lebar sekitar 1 - 3 cm

Sejak jaman sebelum masehi, jaman raja-raja Mesir maupun Yunani kuno, jamur sudah menjadi bahan yang populer. Mengenali karakteristik jamur adalah hal yang penting sebelum mencoba mengkonsumsi jamur liar. Teori, latihan dan praktek sangat diperlukan untuk mengenal jamur liar yang aman dikonsumsi lebih lanjut. Dengan mengenal Tanaman Liar yang Aman Dikonsumsi, dijamin petualangan anda akan semakin ke arah sempurna dengan adanya berbagai sumber daya alami yang bisa menunjang kehidupan di alam bebas. Selamat Berpetualang !

Share :

Facebook Twitter Google+

1 Response to "Mengenal 9 Jamur Liar yang Tidak Berbahaya"

  1. Bang mao nanya, ane punya jamur tumbuh di kebon ane, ini penampakanya:
    https://dl.kaskus.id/i.imgur.com/FARDhOR.jpg
    https://dl.kaskus.id/i.imgur.com/0ZYEURF.jpg
    https://dl.kaskus.id/i.imgur.com/VTlDweh.jpg

    ni jamur beracun apa bisa dimakan ya bang ?

    ReplyDelete