Mengenal 15 Jamur Beracun di Alam Bebas

Jamur Beracun di Alam Bebas. Jamur merupakan tumbuhan yang bisa dimanfaatkan ketika survival. Bentuk yang mudah dikenali dan rasa enak merupakan kelebihan jamur bagi para penggiat alam bebas. Kebanyakan jamur tumbuh di tempat yang cukup lembab seperti di tumpukan humus, rerumputan dan batang pohon. Di daerah subtropis, jamur banyak tumbuh ketika musim hujan. Namun, tidak semua jamur bisa dimakan karena dari banyak jenis jamur di hutan, ada beberapa jenis jamur yang beracun, dimana jika salah mengkonsumsi, bisa berbahaya dan menyebabkan kematian.
Bagian - Bagian Jamur
Jamur banyak ditemui di rimba dan pegunungan. Ketika melakukan survival, baik di hutan atau di gunung, akan sangat berbahaya bila tidak mengenal dan mengetahui seluk beluk jamur, karena jamur merupakan tanaman yang akan banyak ditemui. 

Hal - hal yang menyebabkan jamur beracun adalah fosfor, senyawa amatoxin (lebih berbahaya daripada sianida), gyromitoxyn (menyerang sistem syaraf), philosibin (mengalami halusinasi), muskarin (menyebabkan pusing).
 
Penggiat alam harus mengerti perbedaan jamur yang bisa dikonsumsi dan jamur beracun. Ciri-ciri jamur beracun :
  1. Warna mencolok.
  2. Bau tidak sedap. 
  3. Membuat nasi menjadi kuning jika dimasukkan ke dalamnya.
  4. Benda yang terbuat dari perak akan kehitaman jika dimasukkan ke dalam masakan jamur beracun. Biasanya berlaku pada jamur Lactarius terminosus dan tidak berlaku pada jamur Amanita phalloides.
  5. Mudah hancur bila diraba.
  6. Serangga yang mengkonsumsi jamur beracun akan mati.
Ciri-ciri jamur beracun tersebut tidak selalu tepat dengan kenyataannya karena yang paling tepat adalah melakukan analisis kimia yang tentu tidak bisa dilakukan pada kondisi survival, jadi ciri-ciri umum tersebut bisa digunakan untuk patokan menentukan jamur beracun maupun tidak beracun. Sehingga, ada baiknya mengenal ciri-ciri anatomi jamur beracun.
 

1. Amanita Phalloides

Amanita Phalloides (divisio basidiomycota) adalah salah satu jamur paling beracun dari semua jamur payung. Jamur ini menyerupai beberapa spesies jamur yang bisa dimakan, sehingga meningkatkan resiko keracunan. Racun pada Amanita menyebabkan iritasi, rasa sakit yang parah, kerusakan pada mata dan kulit. 
Amanita Phalloides
Jenis - jenis jamur Basidiomycota :
  • Jamur merang (Volvariella volvacea) : bisa dimakan.
  • Jamur kuping (Auricularia polythrica) : bisa dimakan.
  • Jamur karat (Puccinia graminis).
  • Amanita Phalloides : beracun.
Jamur beracun dari keluarga Amanita mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  • Warna buah bermacam-macam dari putih hingga hijau.
  • Buahnya nampak sendirian dan bentuknya licin.
  • Tinggi 10-15 cm.
  • Warna batang sama dengan warna tudung.
  • Lamellanya putih tidak melekat pada batang.
  • Selaput tudung yang menutupi, bila terbuka akan membelah pada pinggiran tudung dan sisanya seperti cincin yang melingkar pada batangnya.
  • Selaput yang menutupi bilah jamur seluruhnya membelah pada waktu keluar dari tanah. Selaput akhirnya membentuk mangkok yang melingkar pada pokok batang seiring pertumbuhan jamur ke atas.

2. Lactarius Torminosus

Jamur beracun dari keluarga Lactarius mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  • Bila buahnya patah, akan keluar getah putih susu atau agar berwarna.
  • Buahnya tumbuh menyendiri.
  • Tinggi 10-15 cm.
  • Lamellanya tipis dan rapat.
  • Getah berasa sepat.
  • Warna tudung agak gelap dan tepi tudung berambut lebat.
Lactarius torminosus

3. Russula Emetica

Jamur beracun dari keluarga Emetica mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  • Bentuknya mirip Lactarius tapi tidak bergetah.
  • Tinggi buah 5-10 cm.
  • Tudung berwarna merah muda saat muda dan merah tua saat tua.
  • Bentuk tudung cembung agak datar dan tepinya membentuk celah.
  • Batang tegak dan berongga di bagian dalam.
  • Lamella bebas, lebar dan berwarna putih.
Russula Emetica
 

4. Boletus

Jenis ini membahayakan tetapi juga dapat dimakan. Jamur beracun dari keluarga Boletus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :   
  • Tudung bulat cembung dan tebal.
  • Tidak memiliki lamella, tapi bagian bawah memiliki pori-pori.
  • Bila ada bagian yang terluka, warna yang semula kuning menjadi biru kelam.
  • Rasa daging buah pahit dan baunya memabukkan.
  • Pada boletus yang lain, bila muda berwarna merah dan bila tua menjadi oker merah.
Boletus
 

5. Pholiota

Ciri - ciri jamur pholiota :
  • Tudung buah berwarna kuning atau kecoklatan.
  • Menempel pada kayu lapuk atau timbunan daun gugur.
  • Warna tudung seperti warna batang.
  • Tidak memiliki cincin dan memiliki sisik pada batang.
  • Tidak memiliki cawan dan hidup berkelompok.
Pholiota
 

6. Coprinus

Ciri - ciri jamur coprinus :
  • Biasanya tumbuh di penggilingan padi dan diawah pohon pisang.
  • Tudung berwarna putih kekuningan atau putih kebiruan bila masih muda.
  • Seluruh bagian tubuh memiliki sisik.
  • Tidak bercincin dan tidak bercawan.
  • Bila tua, tudung cepat hancur dan mengeluarkan cairan biru atau violet.
  • Yang masih muda bisa dimakan, jika sudah tua berbahaya.
Coprinus
 

7. Cortinarius

Ciri - ciri jamur cortinarius :
  • Tubuh buah berbentuk payung.
  • Batang putih kekuningan, putih kebituan atau puih gelap.
  • Tudung berwarna putih kecoklatan, violet, biru atau kuning.
  • Tidak memiliki cincin dan tidak memiliki bercak.
COrtinarius
 

8. Morchella

Jamur ini tidak bisa dimakan, namun juga bisa dimakan, tergantung bagaimana mengolahnya. Ciri-ciri jamur morchella :
  • Tudung berbentuk payung tertutup berwarna kuning tua.
  • Berbentuk seperti koral laut.
  • Ruas-ruas seperti sarang tawon.
  • Tidak memiliki cincin dan tidak memiliki cawan
  • Batang putih kekuningan tanpa sisik.
Morchella

9. Polyporus

 Ciri - ciri jamur polyporus :
  • Tudung melebar berwarna coklat, kuning, kehijauan atau merah.
  • Tudung melebar ke samping dan tidak bersisik.
  • Batang tidak jelas.
Polyporus
 

10. Lepiota

Ciri - ciri jamur lepiota :

  • Bentuk hampir sama dengan amanita.
  • Memiliki cincin dan sisik.
  • Warna kecoklatan.
Lepiota

11. Conocybe

Ciri - ciri jamur conocybe :

  • Topi berbentu kerucut dan insang kecoklatan.
  • Pada bagian batang ada semacam cincin.
Conocybe

12. Destroying Angel

Ciri - ciri jamur destroying angel pada umumnya memiliki warna putih bersih dan indah, tapi jangan terkecoh dengan keindahannya karena jamur ini bisa merusak hati dan ginjal secara singkat.
Destroying Angel


13. Chanterelle

Ciri - ciri jamur chanterelle :
  • Berwarna jingga atau kuning.
  • Kenyal dan berbentuk menyerupai corong.
  • Tekstur bergelombang.
  • Terasa sedikit pedas.
Chanterelle

14. Phallus

Ciri - ciri jamur phallus :
  • Warna kuning atau hijau.
  • Batang berwarna putih.
  • Tudungnya tertutup.
  • Memiliki sisik dan cawan.
Phallus

15. Galerina

Ciri-ciri jamur galerina :
  • Tudung berwarna coklat.
  • Cincin relatif kecil dan rapuh.
  • Bagian bawah batang biasanya lebih gelap coklat.
  • Jamur tidak terlalu besar dengan diameter tudung 1-2 inch.
Galerina
Hampir semua jamur memiliki mangkok pada batangnya dan hal ini salah ciri-ciri jamur yang paling dikenal. Berikut adalah beberapa saran untuk menghindari keracunan yang diakibatkan oleh jamur beracun, sebagai patokan di alam bebas :
  1. Jangan ambil jamur yang mempunyai cawan pada bagian pokok batangnya kecuali apabila sudah kenal betul seperti jamur merang, dst.
  2. Jangan mengambil jamur yang masih belum mekar karena akan sulit dibedakan antara jamur beracun atau tidak.
  3. Jangan mengambil jamur yang tumbuh dari kotoran hewan.
  4. Jangan memakan jamur apabila keluar getah setelah dipotong.
  5. Jangan makan jamur yang berbau tidak enak dan berwarna ckolat kehitaman, kecuali sudah mengenal benar seperti jamur shitake (black forest mushroom) yang mempunyai bau seperti petai. 
  6. Bau tidak enak tidak menjamin jamur dapat dimakan dan untuk menyakini tidan beracun, bisa dibuktikan dengan mencicipinya sedikit demi sedikit.
 Selamat Berpetualang !

Share :

Facebook Twitter Google+

0 Response to "Mengenal 15 Jamur Beracun di Alam Bebas"

Post a Comment